Seorang pedagang gorengan lewat dan mampir kesebuah komplek perkantoran.
“Sepotongnya lima ratus rupiah !” katanya sumringah.
Dia, si mbok, yang telah menjadi langganan disana.
Dan tak lama, berhamburanlah para pekerja berdasi dengan seragam putih-putih dan bau harum pewangi.
Membeli dagangannya.
Makan sambil ngobrol.
Suasana yang rukun.
Dan meluncurlah beragam curhat dan keluh kesah susahnya hidup jaman sekarang.
Tentang bisnis yang macet,
target yang tak sampai,
anak yang bengal
kredit yang naik bunganya
bos yang jahat
dan seterusnya..
Si mbok cuman tersenyum.
Tak niat ia ikut berkeluh kesah.
Baginya pagi yang cerah sudah patut disyukuri
Apalagi dengan larisnya dagangan pagi ini.
Kesulitan hidup adalah biasa, bagi kami yang berbaur aroma jalanan.
–
Ath-Thulathaa’, Safar 1, 1430H
1 Imlek, 27 Januari 2009